Medan, mediaperkebunan.id – Media Perkebunan kembali memberikan apresiasi kepada insan, perusahaan, lembaga, dan institusi yang dinilai berkontribusi besar terhadap kemajuan sektor perkebunan nasional melalui Medbun Awards 2026. Malam penganugerahan yang digelar di Medan pada hari Kamis (9/7/2026) menjadi momentum penghargaan atas berbagai inovasi, kolaborasi, dan dedikasi dalam mendorong daya saing industri perkebunan Indonesia, khususnya kelapa sawit. Pemimpin Umum Media Perkebunan sekaligus Direktur Jenderal Perkebunan periode 2016–2018, Ir. Bambang, MM, mengatakan penghargaan Medbun Awards diharapkan menjadi stimulus agar inovasi terus lahir dan berkembang di sektor perkebunan. “Mengucapkan selamat kepada pemenang penghargaan Medbun Awards. Merupakan hal yang sangat berharga yang bis
“Media Perkebunan hadir sebenarnya untuk menjembatani itu, tidak hanya untuk sawit tapi juga komoditas-komoditas lainnya. Media Perkebunan adalah media non pemerintah sifatnya independen, berkontribusi menjadi corong perbaikan bagi komoditas perkebunan,” jelas Bambang.
Bambang juga mengingatkan bahwa industri sawit masih menghadapi berbagai tantangan global, termasuk implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang akan diberlakukan pada akhir 2026, sehingga inovasi dan kolaborasi menjadi semakin penting dalam menjaga daya saing sawit Indonesia.
Direktur Jenderal Perkebunan yang diwakili Hadi Dafenta menyampaikan bahwa Medbun Awards bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi menjadi refleksi atas perjuangan pelaku perkebunan dalam menghadirkan inovasi bagi kemajuan sektor perkebunan nasional.
“Ajang ini adalah ajang tahunan yang cukup krusial, tidak hanya ajang penghargaan sebagai inovasi dan terobosan-terobosan di bidang perkebunan, namun menjadi refleksi selama satu tahun Media Perkebunan memberikan apresiasi kepada bapak ibu yang terpilih menciptakan inovasi, kreasi dan pengabdian kepada negara Indonesia khususnya di bidang perkebunan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan sektor perkebunan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kita masih memerlukan inovasi, pengembangan, dan terobosan-terobosan. Karena kita tidak mungkin bekerja sendiri, tetap memerlukan partner dari yang lain. Dari kelembagaan yang lain, industri, bidang usaha, petani, dan pekebun. Kolaborasi membutuhkan semua dukungan,” lanjutnya.
Tahun ini, Medbun Awards memasuki penyelenggaraan ketiga sekaligus menghadirkan terobosan baru melalui kategori Palm Oil Mill Innovation (POMI), kompetisi inovasi pabrik kelapa sawit yang untuk pertama kalinya menjadi bagian dari rangkaian penghargaan.
Ketua Dewan Juri POMI 2026, Ir. Posma Sinurat, MT, mengatakan kompetisi tersebut lahir dari pengalaman panjang para praktisi yang melihat masih besarnya peluang peningkatan produktivitas di pabrik kelapa sawit.
“Tujuan kompetisi Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026 adalah karena kita melihat banyak gap yang perlu diisi. Lima puluh persen saja diisi maka peningkatan produktivitas di pabrik kelapa sawit masih begitu luar biasa. Potensi ini ada tapi belum digali secara maksimal khususnya bagi perusahaan menengah ke bawah,” ujarnya.
Menurut Posma, ajang tersebut bukan sekadar mencari inovasi terbaik, melainkan membangun budaya inovasi yang berkelanjutan di setiap perusahaan.
“Tujuan POMI yang paling penting adalah memberikan dorongan dan motivasi kepada seluruh praktisi supaya jangan sampai berinovasi itu hanya sesekali atau sesaat lantas berhenti,” kata Posma.
Ia menjelaskan sejak Januari 2026 proses seleksi dilakukan secara bertahap hingga akhirnya sembilan perusahaan lolos ke babak final dan mempresentasikan inovasinya di hadapan empat juri praktisi senior pada hari Selasa, 7 Juli 2026.
“Yang terpenting bagaimana proses itu sudah dilakukan dan berpresentasi di depan senior-senior. Saya mendorong kepada top management perusahaan untuk berinovasi dan mengikutsertakan para staf supaya semakin berinovasi,” ujar Posma.
Ketua Dewan Juri Medbun Awards 2026, Ir. Dr. Karyudi, mengatakan penghargaan yang diberikan Media Perkebunan merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kemajuan industri perkebunan, khususnya kelapa sawit.
“Penghargaan yang diberikan oleh Media Perkebunan sangat concern untuk kemajuan industri perkebunan termasuk kemajuan industri persawitan. Media Perkebunan memang secara aktif proaktif bukan hanya di bidang elektronik, tetapi juga media cetak, conference, pertemuan teknis, workshop, sampai pameran. Ini adalah peran Media Perkebunan bagaimana turut serta untuk memajukan industri perkebunan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Karyudi, industri sawit memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap devisa dan pendapatan negara, sekaligus menjadi sumber penghidupan jutaan masyarakat. Namun di sisi lain, industri ini juga menghadapi berbagai tantangan mulai dari penurunan produktivitas, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pengendalian Ganoderma, hingga kebutuhan memperkuat sektor hilir di tengah implementasi program biodiesel B50.
“Media Perkebunan terus mendorong baik insan, institusi atau lembaga perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan terutama sawit untuk terus diberikan apresiasi. Ini sudah yang ketiga, semoga akan terus berlanjut memberikan inovasi dan ada recognition,” katanya.
Ia menegaskan seluruh penerima penghargaan telah melalui proses penilaian secara objektif oleh dewan juri.
“Dewan juri sudah membahas, mengkaji, dan menentukan siapa yang akan mendapat award baik individu, lembaga, institusi, maupun perusahaan, dan keputusan yang akan dibacakan nanti tidak bisa diganggu gugat karena sudah keputusan dewan juri,” tegasnya.
Daftar Penerima Medbun Awards 2026
Medbun Awards 2026 memberikan sebanyak 15 kategori penghargaan kepada perusahaan, organisasi, dan individu yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan sektor perkebunan Indonesia.
Para penerima penghargaan tersebut adalah:
-
INSTIPER – Kategori “Excellence Integration in Upstream–Downstream Technology for Human Capital Development”
-
PT Sumber Tani Agung Resources (STA) – Kategori “Excellence in Sustainable Oil Palm Operations”
-
Solidaridad Indonesia – Kategori “Excellence Strategic Partnership Ecosystems in Sustainable Oil Palm”
-
Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) – Kategori “Excellence in Vocational Education for the Plantation Industry”
-
PT Indesso Aroma – Kategori “Excellence Initiator in Additive Innovation Supporting B100 Biodiesel Development”
-
PT Socfin Indonesia (Socfindo) – Kategori “Excellence in Innovation of Waste Management for Sustainable Palm Oil Development”
-
Galih Batara Muda – Kategori “Excellence Initiator for Equitable Coconut Industry Development”
-
PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) – Kategori “Excellence Innovation in Producing Kopyor Coconut”
-
Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) – Kategori “Excellence Innovation in Producing Product of Biofertilizer”
-
PT Abdi Budi Mulia (ABM) – Kategori “Excellence in Smallholder Development and Empowerment”
-
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) – Kategori “Excellence Institution in Empowering Micro, Small, and Medium Palm Oil Enterprises”
-
PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) – Kategori “Excellence in CSR for Empowering Community Economic Development”
-
Prof. Dr. Bungaran Saragih, Ph.D. – Kategori “Prominent Inspirational and Motivational Speaker”
-
PT Triputra Agro Persada – Kategori “Excellence in Oil Palm Smallholders Capacity Building Initiative for Sustainable High Productivity”
-
Kategori pemenang kompetisi Palm Oil Mill Innovation (POMI) 2026, dewan juri menetapkan:
-
Diamond Award (Juara 1): Hartanto Kusuma Manurung – PT Global Kalimantan Makmur (HPI Agro)
-
Gold Award (Juara 2): Ayu Karmila – PT Eastern Sumatra Indonesia / PT Tolan Tiga Indonesia (SIPEF Group)
-
Silver Award (Juara 3): Ferdy Winanta Eka Saputra – PT Mulia Agro Permai (KLK Group)
Melalui Medbun Awards, Media Perkebunan berharap budaya inovasi, kolaborasi, serta semangat berbagi praktik terbaik terus berkembang di seluruh sektor perkebunan Indonesia, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus memperkuat daya saing perkebunan nasional di tingkat global.
